Label

Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Cerita. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Januari 2013

Cerita Persahabatan

Majelis Ta’lim Walisongo Babussalam
(Gilanya Persahabatan Kami)



Selama bertahun-tahun mulai dari kita kecil hingga menjadi dewasa seperti ini, kami tidak pernah bosan untuk terus dan terus mencari ilmu di Majelis ini. Awalnya mengaji hanyalah mencari ilmu lalu kami pulang ke rumah masing-masing, dan sedikit demi sedikit teman-teman pun menghilang kayak dedemit,,,,,,,. Namun semenjak kami berada di kelas akhir, kami merasakan suatu hal yang mungkin bisa kami dapat di Majelis ini selain mendapatkan ilmu yaitu indahnya suatu persahabatan, persahabatan mulai terjalin di antara kami dan kebersamaan serta kekompakan selalu menyelimuti kelas kami. Kami merasa sangat nyaman ketika berada di Majelis ini dan tak ingin cepat-cepat untuk meninggalkan tempat yang indah ini. Bahkan tak jarang kami menjadi penghuni terakhir di Majelis ini, kami sudah menganggap majelis ini sebagai rumah kedua kami. Ku ucapkan terima kasih kepada para ustadz dan ustadzah yang dari kami kecil telah mendidik kami dan memberikan kami banyak ilmu sehingga kami bisa menjadi lebih bertanggung jawab dan bisa menjadi lebih baik lagi.
Suatu organisasi pun berdiri di Majelis Walisongo yakni bernama OSAM (Organisasi Santri Madin), dengan adanya OSAM banyak tantangan yang kami dapatkan. Ada segala amarah, tangisan yang tidak henti-hentinya ada pula desiran canda dan tawa disetiap kami bersama dan kita selalu hadapi jalan itu dengan segala badai, duri, hamparan pasir yang terkadang membuat kita tergoyang tapi persahabatan kita yang menguatkan kami weeessssssh,,,,,,, terkesan LEBAY yach! Tapi memang inilah perjalanan hidup, ehhh sorry,,,, maksudnya persahabatan kami.
( Bhie, Gendut, Shiherlovers, Sanivers, Linsivers,Tawel dan Acwi ). Inilah karakter-karakter kita yang sangat beda... tapi kita mampu untuk menyatukan bahkan bagai pelengkap persahabatan kami yang ANEH ini he..he..he..

The first yaitu Bhie yang bernama asli Nuril Hidayati, dia anaknya mudah terpancing emosinya kalau di ajak debat apalagi debat masalah masa depan he..he..he.. wah bisa kualahan menampung omongannya, omonganya ceplas ceplos kayak lombok tapi itu lah dia, dia selalu berbicara apa adanya tanpa ada yang ditutupi. Dia juga tidak pernah lepas dari kaca karena dia harus tetap cantik dan harus kelihatan OK dan kalalu ditanya apakah dia JALANG???????? Sudah pasti jawabannya YOI Brroow... Meski saat pelajaran berlangsung dia tak pernah untuk absen liat ke kaca. Bhie ini anaknya cengeng banget gampang menangis kalau ada masalah makanya dia di julukin Eneng Cengeng, tapi dia juga punya sisi positifnya loh.... dia itu suka bercanda dan bahan candaan dia adalah teman-temannya yang paling sering sih Si Gendut. Di ngajian ini ustadz yang paling dia sukai dan di favoritkan tidak lain yaitu ustadz Muhammad Kharisun Naufal yang biasanya di panggil Mas Icun ...ciye,,,ciye...ehem...ehem “ aduh keselek biji’ne juwet aku rek” hehehehehe.....
The second yaitu Gendut yang bernama asli yaitu IFA (Iqbal Affandi). Kenapa di panggil Gendut karena sudah pasti karena badannya yang luas itu. Dia sok banget, sok pintar, sok polos, sok bisa, dan yang pasti pokoknya dia ENDEL he.he.he.. Dia itu lucu banget dari ujung rambut sampai ujung kaki bahkan melihat punggungnya aja kami bisa tertawa namun terkadang kehumorisannya dia bikin kita jadi sebel he.he.he.he.. tapi namanya Gendut dia punya sejuta cara membuat suasana yang membosankan menjadi ramai,,,, “Gak ada Gendut, Kuburan Gak Rame” he.he..he
Untuk saat ini tidak ada ustadz yang dominan di hatinya dia netral-netral saja namun yang pasti ustadznya sering dibuat lelucon olehnya. Saat ini Gendut masih sibuk dengan Depot Sri nya, Gendut tidak ada henti-hentinya mempromosikan masakan Ibu Sri_Wut tapi masakan di Depot Sri memang Muwantaaaap.... apalagi Tempe Penyetnya..he..he..he... selain itu dia juga mulai menggandrungi dunia bisnis usaha Furniture, jadi kalau rumah anda belum ada pintunya ayooow.. cepet-cepet beli pintu di Gendut, banyak modelnya loch, tapi untuk pintu ke syurga Si Gendut gak jaualan. He..he.hee.. sedikit promosi nich!.....namun kelihatannya usaha bisnis terbarunya sama sekali tidak berkembang yang sabar ya Ndut... Innallaha ma’assyobirin.
Yang ketiga adalah Siher nama aslinya yaitu Sholih Ainun, dia sih lebih pendiam daripada kami-kami semua tapi kalau udah berbicara hemmm...... kualahan ngedengerinnya . Kalau dia lagi cerita gak pernah lancar selalu lupa apa yang mau di cerita’in ke kami semua. “Makanya neng kalau mau cerita di ingat-ingat dulu mau cerita apa’an, jadi biar kami semua gak nungguin mau cerita apa”. Dia sering banget ngambek dan kalau ngambek kita tinggal tunggu sms dari dia dengan kata-kata yang sangat banyak dan panjang he,,he,,he,,, dia lebih banyak manyun, yah tidak salah kalau dia itu di juluki Eneng Manyun. Dia anaknya sabar kok tapi ya itu tadi jika dia ngambek/marah sulit banget untuk meluluhkan hatinya lagi. Pendiriannya kuat yach, kalau marah ya marah, kalau ngambek ya ngambek. Antum ngerti gak siapa ustadz favoritnya Eneng Manyum ini. Ustadz Favoritnya tidak lain dan tidak bukan yaitu Ustadz Syarif Hidayatullah yang di panggil Ustadz Dayat. Ciri khas dari Eneng Manyun itu Gembradak. Are you know, what is Gembradak??? He.he.he.. Gembradak is gruduk-gruduk.......hahahahaha... Meskipun dia itu sering manyun-manyun tapi endel juga loch, hemh gak tau juga yach apa itu Endel? Cari tau aja deh di Kamus Besar Bahasa Indonesia, pasti gak ada karena adanya itu di Kamus Sule!!!!!!!!!!!!!
The Forth ada Sanivers nama aslinya yaitu Nenek eats salah kawan, namanya panjang banget sih kayak Jalan Tol he..hee...he.. namanya tuh Ninik Suhartik Dewi Komariyah, tuh benerkan namanya panjang banget. Dia tuh anaknya suka berkhayal banget, banget, nget, ngeeet, ngeeeeet.... hehehehe khayalannya yaitu titip salam kepada pria yang disukainya lewat Angin, terus Melompati Samudera padahal samuderanya hanyalah air yang sedikit mengembung di jalanan. He.he..he..he.... Dia juga loadingnya lama banget, kalau kami lagi cerita yang paling lama nyambungnya ya si nenek ini, jadi dia adalah kesabaran kita. Mungkin sinyalnya kurang kali yah? Kita bawakan tower aja biar gak loading lagi. Namun dia gak gampang marah tapi kalau dia sudah marah hemmmm..... atuuuut deh. Yang paling sering kena yach tidak lain si Gendut he..he..he... dan karena ke loadingannya dia juluki Eneng Loading. Dia itu ngFans eta salah lagi maksudnya ustadz favoritnya dia adalah ustadz Affan Mahmudi yang di panggil mas Mancung, kenapa di panggil mas mancung karena hidungnya yang kayak pelurutannya anak TK.. heheheheh PEACE ustadz Affan.

Yang Kelima adalah Linsivers nama aslinya itu Yulisiswoyo. Dia anaknya apa adanya bukan apa dayanya he..he..he..Dia itu suka banget manjat pohon mulai dari pohon ceres, pohon mangga hingga pohon cipluk.an he..he..he..he... Just kidding!. Memang tingkahnya hampir tomboy-tomboy gimanaaaaaaa githu...iuwwwwhhhhhhhhh... Dia kalau marah ke temannya tidak nakutin cuma diam-diam seratus juta bahasa, tapi kalau ke yang lain jangan salah dia berZodiak Leo kalau lagi marah waspadalah dan biasanya bangku yang menjadi sarana tuk melampiaskan amarahnya tapi dalam hati sebenernya dia tidak marah kok..he..he..he.. Dia itu mendapat julukan Eneng Gokil. Kenapa di juluki Eneng Gokil? Yah karena dia paling gokil daripada kami-kami semua he..he..he..he.., ya kalau tidak salah ustadz favoritnya adalah Ustadz Sulkhan. Pas wes.....sama-sama seje dewe, sama-sama paling nyantai pokoknya club mereka berdua. Mereka selalu menghadapi semua masalah didunia dengan santai. Ada masalah ... “Nyantai ae brooow, sabar ae wes”..... Ada anak yang lagi curhat,,,,,,”Yo wes lakonono ae rek sing penting di gawe nyantai ae”. Yang penting ALLAHU AKBAR........HIDUP Ustadz Sulkhan.....Hiduuuuuuup....!!!!!!!!!!!!
Yang Keenam adalah Cak Tawel yang nama aslinya Wafil Abil Hijrah. Dia sudah banyak banget ngGombalin wanita , sudah jutaan wanita yang terjerumus gombalannye...he..he..he.. LEBAY.com. Dia suka gombal dan playboy, namun Eneng Linsivers pernah berkata “ sebernarnya dia orangnya baik kok juga pengertian, dia juga punya sikap tanggung jawab dan paling salut dia selalu berusaha untuk membahagiakan orang tuanya”. Ciye...ciye... kemistri antara Pak Lurah dan Bu Lurah masih ada aja nih, tapi cak Tawel itu belum punya pacar loh, gak tau deh nungguin siapa, apa nungguin Bu Lurah yah?? Atau nungguin Anak Juragan Kambing?? he..he..he...dan hati-hati kalau dia lagi marah atau sudah emosi, jangan dekat-dekat dengannya bisa berbahaya sekali looh, seperti ular...seperti ular yang sangat berbisa...he..he..he.. ampun deeehhhh! Dia tidak mempunyai ustadz favorite pokoknya dia mau melindungi Sang Ibu tercinta terus... Semangat Cak Tawel semoga rizkinya makin lancar yach dan jangan lupa selalu bersyukur, “jangan lupa traktirane rek nang Depot Sri ae wes”.

Yang ketujuh dan yang paling terakhir adalah Acwi yang nama aslinya Dwi Rahmawati. Dia anaknya imoooeeet buangeeeeet. He..he..he.. ana lebay yach!! Imuet nya Acwi melebihi imuet nya eneng cengeng, kalau eneng cengeng itu mah bukan imut tapi amit-amit....hehehehe. Tapi Acwi agak ngambek jika dia ngambek dia akan diam seratus juta bahasa atau gak ya lari alias pergi he..he..he.. Gak capek apa lari seperti atelit lari aja nih acwi he..he..he.. gak papa kale kan biar sehat heheheh, tapi walau begitu dia maskot kelas kita (wustho) loh!! Kalau masalah Bahasa Arab dia lah jagonya....hehehe ayam jago kaleee “kukuruyuuk!!”. Kalau untuk ustadz favoritnya gak tahu tuh karena dia gak pernah cerita, apa Ustadz Khoiruddin atau Ustadz Affandi? Dua-duanya juga boleh kok acwi, Baginya asal pada bisa Bahasa Arab itu jadi Ustadz favoritnya dia....hehehehe capek deh!!
Itulah semua perbedaan karakter dan sifat kami, namun itu semua tidak menjadi penghalang bagi kami tetapi menjadi pelengkap persahabatan kami. Yah meskipun kita pernah bertengkar atau ribut-ribut kayak angin ribut itu hanya karena kita itu manusia. Dan kita semua harus bisa menyikapi perbedaan yang ada pada sekitar kita karena dengan adanya perbedaan kita bisa saling melengkapi. OK ta?????????? € ¤

Aku lebih Tinggi dari Gunung Welirang

Aku dan Gunung Welirang

Liburan sekolah telah tiba, mengisi waktu luang agar tidak jenuh berada dirumah. Namaku adalah Yusi, saat ini aku duduk di bangku sekolah kelas XI SMK bidang Bisnis Manajemen Keahlian Akuntansi. Disekolah aku mengikuti berbagai extrakulikuler salah satunya yaitu Pramuka. Dan kebetulan kakak Pembina Pramuka mengajak para anggotanya untuk melakukan pendakian disalah satu gunung di Jawa Timur tepatnya di Pasuruan yakni Gunung Welirang. Seminggu sebelum berangkat aku minta izin kepada kedua orang tuaku, awalnya beliau keberatan dengan permintaanku untuk melakukan pendakian, namun setelah aku bujuk dan aku rayu akhirnya beliau memperbolehkan aku untuk ikut pendakian. Aku dan para anggota lainnya melakukan beberapa kali pertemuan untuk melakukan persiapan apa saja yang harus dibawa ketika melakukan pendakian dan ini baru pertama kalinya aku melakukan pendakian. Pendakian selama 3 hari dengan membawa banyak perlengkapan seperti senter, jaket, sarung tangan, tas karier, air minum, tenda, obat-obatan, dan lain-lain. Membayangkan beberapa hari berada di alam bebas dan jauh dari orang tua serta dari pemukiman warga. Kita semua dituntut untuk bisa mandiri dan menghilangkan sikap manja yang selama ini telah terbiasa bergantung kepada orang tua. Hari pun semakin dekat aku pun mulai melakukan berbagai persiapan dan aku membawa jaketku yang paling tebal karena pasti berada digunung udaranya sangat dingin sekali. Dan hari yang telah dinantikan datang juga, aku mengecek lagi barang-barang yang sudah ada di tasku. Setelah selesai aku mencoba untuk mengistirahatkan badanku sejenak agar badanku bisa fresh dan tidak terlalu capek, namun sesekali ku mencoba pejamkan mata ini tapi aku tidak bisa tidur, aku terlalu memikirkan pendakianku yang nanti sore akan dilakukan, akhirnya aku hanya merebahkan badanku di kamar tidur tercinta.
Waktu pun menunjukkan 14.30 aku bangun dan segera bersiap-siap, dan tepat pukul 15.00 setelah semua selesai aku langsung pergi ke salah satu sekolah SMA di Pandaan, yups disana kita semua akan berkumpul terlebih dahulu. Disana kita di beri pengarahan dan di cek oleh kakak senior barang-barang semuanya apakah sudah lengkap. Kami semua berangkat menggunakan mobil untuk pergi ke tempat pendakian. Selama ± 15 menit kita semua sampai di tempat tujuan. Sebelum pendakian kami melakukan do’a bersama agar pendakian bisa berjalan dengan lancar dan selamat. Berdo’a dimulai................ sejenak hening tanpa ada suara. Berdo’a selesai....
Pendakian dimulai, semangatku dan para anggota yang lain masih cetar membahana. Kita lewati jalan setapak dan sudah mulai menanjak... dan belum 5 menit berjalan kita semua sudah capek, maklumlah pendaki pemula jadi wajar. Hari sudah mulai gelap terdengar adzan magrib berkumandang kami berhenti sejenak di depan warung pak tua yang menjual beberapa makanan ringan maupun gorengan lalu kita melakukan sholat berjama’ah dan berdo’a kepada Allah SWT agar diberikan keselamatan. Ku melihat ponsel waktu menunjukkan pukul 18.30 dan hanya sedikit sinyal diponselku. Kita semua kembali melakukan pendakian dan karena hari sudah petang kami menyalakan senter kami sebagai penerang jalan. Jalanan yang awalnya bersemen sekarang menjadi tanah biasa yang dipenuhi bebatuan kecil, tanjakan pun juga semakin tinggi, banyak wanita dari anggota yang mengeluh kecapekan. Alhamdulillah kakak senior bisa mau mengerti keadaan anggota juniornya. Akhirnya kakak senior membuat kode berangka 18, jadi jika ada suara 18......... maka itu tandanya pendakian berhenti sejenak. Lama sekal barjalan nafasku pun mulai terengah-engah dan rasa capek di kakiku kulai terasa, tapi dalam hatiku masih ada sejuta semangat yang membara untuk sampai ke puncak gunung welirang.
Sesekali temanku berkata “18 (delapan belaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaas) sekitar 2 menit kita jalan lagi. Dan baru sekitar 10 menit kita berjalan temanku yang lain berkata “ delapan belaaaaaaaaaaas”. Kita pun berhenti lagi, kita semua oleh kakak senior diberikan semangat “Kalian pasti bisa, SEMANGAT”. Dalam setiap langkah, kita semua berbincang-bincang bercanda tawa agar rasa capek tidak terlalu dirasakan. Kurasakan medan yang kita lewati semakin menanjak dan banyak bebatuan besar sementara di kiri-kanan kita adalah jurang sehingga kita harus berhai-hati dalam melangkah. Selama ± 4 jam kita berjalan dan selama itu pula kita banyak berkata “ delapan belaaaaaaaaaaaaas”. Akhirnya kita sampai dimana ada air terjun kecil dan ada rumah gubuk tua yang di huni oleh seorang kaki tua “ Gila banget.......di ketinggian seperti ini masih ada kakek-kakek tua yang jualan disini“, pikirku. Kita pun beristirahat menggerai terpal (alas) untuk melakukan sholat isya dan juga sejenak merebahkan badan. Udara semakin terasa dingin dan menusuk tubuhku, aku pun mengambil jaket tebalku aku langsung pakai aja tanpa melepas jaket yang aku pakai sebelumnya biar hangat. Merasakan dinginnya udara di tambah dengan pemandangan di bawah sana yang indah sekali penuh dengan kelap-kelip lampu di malam hari namun sayang rumahku tidak terlihat, hehehehe.......... Sekitar 30 menit kami beristirahat lalu kami melanjutkan pendakian namun sebelumnya kota kontrol anggotanya apakah lengkap semua dan waktu di cek anggota kurang 2 anak, semua pada kebingungan mencari dimana kedua anak ini kok sampai pisah dari rombongan anggota. Diutuslah beberapa kakak senior untuk mencari kedua anak itu, dan untung saja ketemu ternyata kedua anak itu berjalan terlebih dahulu ke depan tanpa menunggu aba-aba dari kakak senior dan akhirnya mereka berdua kena ocehan dari kakak senior dan di hukum untuk membawa barang-barang yang berat, tapi memang mereka patut untuk di hukum karena bagaimana pun di sini adalah alam bebas dan mereka berdua baru pemula melakukan pendakian sangat berbahaya sekali jika mereka terpisah dari rombongan anggota.
Sekali lagi kakak senior melakukan pengecekkan kembali, karena semua sudah lengkap kita pun melakukan pendakian kembali. Aku pun berjalan dengan salah satu kakak senior dan beberapa anggota lainnya. Setelah istirahat tadi tenaga kami terasa sedikit pulih kembali aku ma beberapa anak jalan di depan dengan cukup cepat, setelah itu tak terasa kami terpisah dari kakak senior, kakak senior masih jauh ada dibelakang kita. Tapi tak apalah aku kan juga lagi bersama salah satu dari kakak senior. Kita berjalan sekitar ± 4 jam dan beberapa kali kami beristrahat sejenak dan aku melihat ke langit, rasanya dekat sekali aku dengan bintang dan bulan yang ada di langit. Hingga tak terasa kita tertidur pulas di tengah jalan di tengah kegelapan malam dan untun saja kita di bangunkan oleh anggota yang paling belakang. Dan kita bertanya “ kemana yang lain”. “ mereka sudah di depan”jawabnya. Owalah kenapa mereka tidak membangunkan kita. Akhirnya kita berjalan dan sampailah di tempat kakak-kakak senoir yang telah menyalakan api unggun. Heeeemh..........hangatnya berada di dekat api unggun. Anggota pria pun mendirikan tenda untuk tempat tidur kami semua.
Singkat cerita kami semua pun tidur dan paginya dibangunin kakak-kakak yang lain. Ternyata kakak-kakak udah pada bangun dan sudah pada buat teh dan kopi. Aku dan yang lain cepet-cepet ikut bergabung dan memasak beberapa makanan untuk makanan pagi ini. Setelah selesai makan kami berkemas kembali untuk melanjutkan pendakian. “Tiada henti kita berjalan yang menelusuri jalan setapak dan bebatuan” dalam hatiku. Seperti biasa kami berjalan beberapa jam hingga kami sampai di pondok kan. Langsung kita mendirikan tenda kembali dan setelah itu melakukan pendakian lagi. Puncak Welirang sudah dekat kita semua tetap semangat berjalan dan saling membantu dalam menelusuri jalan yang curam. Kudengar sering kali hembusan suara angin terdengar di telingaku. Kita sampai di tempat seperti kebun pohon indah sekali, kita beristirahat dan terasa hembusan anginya besar sekali dan pemandangan pun terlihat sangat indah dari atas sini. Sesekali kami mengambil gambar untuk kenang-kenangan.
Selama ± 1 jam kita berada di puncak, kita pun turun ke pondak kan, di pondok kan kami bersantai-santai dan melakukan persiapan untuk tidur di malam hari serta tidak lupa untuk menyiapkan api unggun. Matahari pun mulai tenggelam dan bulan mulai memancarkan cahayanya. Kami makan bersama-sama dengan makanan yang seadanya setelah itu melakukan sholat dan api unggun dinyalakan......... menyanyi, bercanda dan tertawa bersama-sama hingga malam hari hawa yang dingin sangat menusuk tubuh ini meski sudah memakai 2 jaket, lalu aku pun beranjak ke tenda karena badanku capek aku ingin tidur. Aku dan anggota wanita lainnya tidur pulas hingga pagi hari. Seperti biasa para wanita menyiapkan makanan untuk makan pagi. Makan pagi pun selesai kami mengambil beberapa foto untuk kenang-kenangan setelah itu kami turun gunung
Bersama-sama kita semua turun merkipun tak sedikit gangguan banyak yang menghadap salah satunya temanku yang kakinya terceklik hingga sulit untuk digunakan berjalan, kakak-kakak pun membantunya untuk berjalan dengan menggendongnya secara bergantian. Sungguh kebersamaan yang indah. Beberapa lama kemudian teman wanitaku sebut saja namanya Tina mengalami kram di bagian perut hingga dia tidak bisa berjalan. Hemh...... cobaan lagi, kakak-kakak pun segera memebuat temapat untuk berbaring dari kayu lalu diangkat bersama-sama oleh kakak-kakak senior, karena itu semua waktu yang kita tentukan untuk sampai di bawah jadi tidak tepat, namun yang terpenting semuanya harus selamat. Aku dan beberapa anggota lainnya turun terlebih dahulu. Dan akhirnya aku dan beberapa yang lainnya sampai di bawah pukul 17.00 dan yang lain belum pada turun. Kakak seniorku kembali ke atas untuk melihat keadaan dan ternyata parah................
Kakak senior wanita ada yang sakit, ada juga anggota pria yang sakit belum lagi yang dua anggota tadi yang terceklik dan yang perutnya kram. Tapi untungnya mereka semua selamat sampai bawah hingga hari petang. Kita semua istirahat terlebih dahulu dan melihat keadaan anggota-anggota yang sakit. Hingga ada sepeda motor yang menghampiri kami dan itu adalah kakak-kakak senior kami yang tidak ikut pendakian. Kami pun bergantian dibonceng untuk turun kebawah. Di bawah kami menunggu mobil untuk mengantar kami ke tempat awal kami semua berkumpul yakni salah satu SMA di Pandaan. Mobil pun datang juga kita semua pulang dan setelah sampai di SMA kami pulang ke rumah masing-masing. Aku pulang dan langsung tidur karena kaki dan semua badanku capek semua, aku tertidur hingga siang hari. Dan ketika bangun aku memang sudah benar-benar berada di kamar tercintaku bukan di tenda dengan hawa yang sangat dingin dan berada di alam bebas. Tak di sangka aku bisa menaklukan Gunung Welirang, semua perjalanan itu memiliki kenangan yang akan terus tersimpan dalam memoriku ........
-SEKIAN-